Munadi
Cara Menampilkan Ikon Twitter yang Hilang Usai Upgrade di BlackBerry

Sejak beberapa minggu terakhir ini, saya masuk atau melakukan login pada aplikasi media sosial Twitter di perangkat BlackBerry. BB yang saya gunakan adalah BlackBerry Curve 9320 atau dikenal juga dengan nama Amstrong.

Nah, kemarin malam itu, saya menerima notifikasi dari BlackBerry Word yang isinya menyatakan bahwa tersedia Upgrade gratis untuk aplikasi Twitter ini. Aplikasi Twitter yang dimaksud adalah versi 5.1.0.8. Saya pun tertarik untuk meng-install-nya.

Setelah saya selesai meng-install versi aplikasi Twitter terbaru tersebut, ikon Twitter di panel depan malah menghilang. Saya pun terkejut dan kaget. Ini bukanlah kali pertama saya meng-upgrade, namun baru kali ini saya mengalami kejadian hilangnya ikon Twitter sesudah meng-upgrade. Hal ini seperti menghapus aplikasi Twitter saja.

Sore ini, iseng-iseng saya mengunjungi "BlackBerry World" di bebe saya tersebut. Lalu, saya masuk ke "My Word". Pada bagian "Diinstal", saya memilih "Twitter". Sesudah itu, saya mengeklik tombol "Hapus". Lalu, saya memilih tombol "Hapus Instalasi" untuk meng-install ulang aplikasi ini nanti.

Selanjutnya, sesudah aplikasi Twitter tersebut terhapus, saya meng-install ulang aplikasi ini. Singkat cerita, sesudah proses instalasi selesai dilakukan, Alhamdulillah, ikon Twitter ini muncul lagi di panel depan. Saya pun bisa kembali Twitteran lagi.

Demikianlah cara yang saya jalani dalam menampilkan kembali ikon Twitter yang hilang usai melakukan upgrade di BlackBerry. Semoga bermanfaat.
Munadi
Selain kolak biji salak, kita juga bisa menjadikan bubur sumsum sebagai takjil ketika berbuka puasa. Bagi yang ingin melihat resep kolak biji salak, silakan langsung mengunjungi artikel yang berjudul "Resep Kolak Biji Salak Enak".

Bubur sumsum ini membutuhkan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Selain itu, cara membuatnya pun cukup mudah untuk dilakukan. Nah, bagi Sobat yang ingin mencoba membuat bubur sumsum sendiri di rumah, silakan simak resep bubur sumsum enak berikut ini.

Bahan:

  • 150 gr tepung beras
  • 650 santan kental yang dihasilkan dari parutan 1 butir kelapa
  • 3 lembar daun pandan
  • 2 gelas air untuk saus gula merah
  • 200 gr gula merah (disisir halus)
  • Garam secukupnya

Cara Membuat Bubur Sumsum:

  1. Rebus 650 santan beserta garam secukupnya dan daun pandan.
  2. Campurkan 150 gram tepung beras ke dalam rebusan santan tersebut, kemudian larutkan sampai tercampur secara merata dan aduk terus hingga bubur menjadi kental.
  3. Sesudah itu, angkat dan sisihkan.

Cara Membuat Saus Gula Merah:

  1. Larutkan 200 gram gula tadi dengan 2 gelas air.
  2. Tambahkan sedikit garam kemudian panaskan sampai mencair.
  3. Setelah itu, saring supaya larutan lebih merata.

Hidangkan bubur sumsum ke dalam mangkuk, dan siram dengan saus gula merah.
Munadi
Takjil merupakan makanan yang biasa disajikan pada saat bulan Ramadhan. Biasanya, takjil itu identik dengan makanan yang manis dan berkuah. Oleh karena itu, ada sebuah sajian tradisional khas Indonesia yang cocok untuk dijadikan takjil saat berbuka puasa, yakni kolak biji salak.

Kolak biji salak ini memiliki rasa yang manis lagi enak dan mengguggah selera. Hidangan yang satu ini bisa mengembalikan energi setelah berpuasa selama seharian penuh. Pasalnya, kolak biji salak ini memiliki santan yang gurih dan rasa manis yang pas berkat adanya gula merah.

Nah, bila Sobat tertarik untuk membuat kolak biji salak ini, berikut ini resep kolak biji salak enak yang bisa dicoba di rumah.

Bahan Kuah Kolak

  • 250 gr gula merah
  • 3 sdm gula pasir
  • 1 liter air
  • 1 lembar daun pandan

Bahan Biji Salak

  • 500 gr ubi merah, cuci, kupas, dan potong-potong
  • 200 gr tepung tapioka
  • ½ sdt garam

Cara Membuat Biji Salak

  1. Kukus ubi hingga matang.
  2. Haluskan ubi selagi masih panas.
  3. Masukkan tepung tapioka dan garam sedikit demi sedikit sembari diuleni.
  4. Selanjutnya bentuk bulat sebesar kelereng.
  5. Panaskan air dan masukkan biji salak.
  6. Masak hingga biji salak mengapung, angkat.
Bahan Kuah Santan:
  • 300 ml santan kental
  • ½ sdt garam
  • 1 lembar daun pandan
Cara Membuat Kuah Santan:

Masak santan, campurkan pula garam dan daun pandan sembari diaduk-aduk, jangan lupa jaga supaya santan tidak menjadi pecah. Jika santan telah masak, angkat dan diamkan.

Cara Penyajian:

Masak 1 liter air, masukkan pula gula merah, gula pasir, dan daun pandan hingga masak. Kemudian masukkan biji salak tersebut, bila telah mendidih, cicipi manisnya, lalu sajikan bersama santan.

Selain kolak biji salak, Sobat bisa pula mencoba resep bubur sumsum enak sebagai hidangan ketika berbuka puasa di bulan Ramadhan ini.
Munadi
Hari ini merupakan hari pertama puasa pada bulan Ramadhan 1436 H. Alhamdulillah, dini hari tadi saya sudah melaksanakan Sunnah Rasul, yakni makan sahur.

Saya makan sahur untuk hari pertama puasa ini menjelang pukul 4 dini hari. Tetapi, saya sudah bangun tidur beberapa jam sebelumnya. Begitu terbangun dari tidur, saya tidak langsung makan, melainkan ada beberapa hal lain yang saya kerjakan sembari menunggu datangnya selera makan.

Sebelum makan sahur, saya melakukan sholat tahajjud beberapa rakaat. Setelah itu, saya menyalakan laptop untuk internetan sebentar. Saat internetan, saya melihat Google Street View pada salah satu jalan di Jakarta lantaran saya masih penasaran dengan jalan tersebut.

Sesudah internetan, baru kemudian saya menyiapkan makan sahur pertama pada bulan puasa tahun ini. Menu yang saya santap dini hari tadi adalah sepiring nasi putih yang saya ambil dari magic jar yang berfungsi sekaligus sebagai rice cooker. Nasi putih ini ditemani oleh telur dadar goreng yang diberi bumbu. Selain itu, saya juga mengambil beberapa potongan mentimun yang tersedia pada sebuah mangkuk di meja makan.

Menu santap sahur tersebut lalu saya bawa ke ruang nonton televisi dan mengambil beberapa buah kerupuk yang terdapat di ruangan tersebut. Sembari menonton acara sahur dengan format bincang-bincang pada salah satu stasiun tv swasta, saya menikmati makan sahur pertama di bulan puasa tahun 2015 ini.

Beberapa saat setelah menu sahur tersebut saya habiskan, lalu saya memakan sebuah pir yang sudah ada sejak kemarin. Pir ini saya makan langsung tanpa dipotong-potong terlebih dahulu. Kemudian, sesudah buah pir saya habiskan, kegiatan sahur ini saya lanjutkan dengan meminum air putih sebanyak 4 gelas kecil. Meskipun sudah terhidang satu gelas susu, namun saya tidak meminumnya saat itu. Saya menyimpan susu tersebut di dalam lemari es untuk diminum pada saat buka puasa nanti.
Label: 0 komentar | edit post
Munadi
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1436 H / 2015 M untuk DKI Jakarta

Alhamdulillah, malam ini merupakan malam pertama dalam melaksanakan shalat Tarawih. Hal ini berarti bahwa besok tanggal 18 Juni 2015 adalah awal puasa untuk bulan Ramadhan tahun 1436 Hijriah ini.

Kementerian Agama Republik Indonesia sudah merilis jadwal imsakiyah Ramadhan 1436 Hijriah ini untuk seluruh wilayah di Indonesia. Contohnya, jadwal imsakiyah puasa Ramadhan untuk area Jakarta dan sekitarnya yang sudah bisa diunduh di situs Kemenag.

Nah, berikut ini adalah jadwal imsakiyah Ramadhan 1436 H / 2015 M untuk DKI Jakarta. Silakan diklik untuk memperbesar gambar.

Sedangkan jadwal imsakiyah Ramadhan 1436 H untuk kota-kota yang lain, dapat dilihat di situs Kemenag wilayah provinsi masing-masing.
Label: 1 komentar | edit post
Munadi
Dua hari yang lalu, yaitu hari Kamis, tanggal 11 Juni 2015, saya dan kakak laki-laki saya mengantarkan ayah untuk berobat ke sebuah klinik. Ayah saya ini memiliki keluhan tidak bisa buang air besar dan buang air kecil sejak beberapa hari sebelumnya.

Perjalanan kami ke klinik tersebut menggunakan sepeda motor bebek matic. Kakak laki-laki saya yang mengendarai kendaraan tersebut berada di depan, sementara ayah ada di tengah, sedangkan saya sendiri berada di belakang. Saya duduk di belakang untuk menjaga posisi ayah kalau-kalau nanti terjungkal ke belakang mengingat ayah sedang sakit sehingga kondisi tubuhnya sedang tidak fit.

Tujuan kami adalah menuju ke sebuah klinik yang berlokasi di sebelah barat tempat tinggal kami. Jaraknya memang tidak terlampau jauh bila mendatanginya melalui jalan bendungan polor. Klinik yang kami maksud ialah YASA HUSADA. Klinik ini beralamat di Jalan Pulo Indah Raya No. 1, Duri Kosambi, Jakarta Barat. Selain klinik, tempat ini juga tersedia rumah bersalin bagi ibu-ibu hamil.

Setelah sampai di tempat tersebut, kami lalu mendatangi meja resepsionis untuk melakukan pendaftaran pasien. Tiba di sana, pasien yang mengantre terlihat sudah cukup banyak. Hal ini nampak dari kursi-kursi ruang tunggu yang hampir terisi penuh. Memang tidak semua yang berada di ruang tersebut adalah pasien. Melainkan ada juga keluarga yang mengantarkan pasien tersebut, seperti kami contohnya. Pasiennya hanya satu orang tetapi yang mengantarkan ada dua orang.

Sesudah dilakukan pemeriksaan tekanan darah, maka tibalah giliran ayah saya dipanggil ke ruang dokter setelah menunggu beberapa pasien yang sudah datang lebih dahulu. Lalu, saya dan kakak saya ikut masuk ke ruang dokter untuk menemani ayah diperiksa. Setelah menyampaikan keluhan yang dirasakan ayah kepada dokter, maka sang dokter berkomentar kalau ayah kami ini memang sudah tua sehingga meskipun organ tubuhnya tidak terasa sakit, namun fungsinya sudah menurun.

Dokter menyarankan untuk banyak-banyak mengonsumsi buah-buahan seperti pepaya, melon, pir, mangga, semangka, dan anggur untuk melancarkan buang air besar dan buang air kecil. Selain itu, dokter juga menganjurkan untuk meminum air putih sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan buah-buahan yang tidak boleh dimakan menurut dokter tersebut adalah duren dan pisang. Faktanya, ayah saya ini sejak muda hingga sekarang suka sekali dengan buah duren. Bahkan, beberapa hari sebelumnya, ayah ini makan buah yang berkulit penuh duri tersebut.

Sesudah selesai diperiksa oleh dokter, lalu sang dokter memberikan resep. Setelah itu, kami menunggu untuk dipanggil bagian kasir atau apotek. Tiba giliran dipanggil oleh bagian kasir, kemudian petugas di sana menyebutkan biaya yang harus dibayar adalah sebesar Rp 120.000. Biaya ini untuk pembayaran layanan umum dan instalasi farmasi. Selanjutnya, kami menunggu lagi untuk pengambilan obat.

Berikutnya, bagian apotek memberikan 4 macam obat yang terdiri dari obat untuk melancarkan buang air besar berbentuk cair yang dikemas dalam sebuah botol berukuran kecil, lalu, ada obat maag yang diminum sebelum makan, vitamin, dan satu jenis obat lagi berbentuk pil dengan ukuran yang kecil. Selain obat maag, ketiga obat tersebut diminum sesudah makan.
Munadi
Harga Anggur Merah 1 Kg

Saya membeli buah anggur merah sebanyak 3 kilogram pada hari ini. Anggur merah tersebut dibeli untuk melengkapi makanan yang diperlukan dalam suatu acara di rumah ini malam nanti. Selain itu, saya juga membeli 2 sisir pisang emas.

Anggur merah ini saya beli di suatu toko buah yang terletak di Jalan Haji Lebar, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Lokasi toko buah ini persis berada di pinggir jalan tersebut dan bersebelahan dengan Rumah Makan Padang. Jika masuk dari arah Jalan Meruya Utara, toko buah ini berada di sebelah kiri sebelum persimpangan Jalan Penyelesaian Tomang 4.

Saya membeli anggur merah tersebut pada hari ini, yaitu Rabu, 10 Juni 2015. Cuaca pada saat itu sedang terik karena saya membelinya sekira pukul setengah duaan siang.

Sesampainya di toko tersebut, saya langsung menanyakan apakah ada anggur merah kepada salah satu pegawai laki-laki di sana. Kemudian, pegawai tersebut menunjuk ke salah satu lemari pendingin penyimpan buah-buahan tertentu yang ada di toko tersebut.

Benar saja, di lemari pendingin itu tersimpan beberapa kantong yang berisi buah anggur merah. Di samping itu, ada beberapa jenis buah lainnya yang sedang 'kedinginan' di lemari tersebut. Namun, tidak semua buah disimpan di lemari pendingin melainkan dipajang pada rak-rak buah. Selain itu, ada pula buah-buahan yang digantung seperti beberapa jenis pisang.

Selanjutnya, pegawai tersebut mengeluarkan anggur merah yang disimpan dalam kantong-kantong plastik transparan untuk dibawa ke timbangan. Dua kantong anggur merah setelah ditimbang masih kurang dari 3 kilogram. Lalu, sang pegawai menambahkan 1 kantong lagi dan ternyata angka di timbangan menunjukkan lebih dari 3 kg. Berikutnya, pegawai itu menggunting beberapa biji buah anggur agar bobotnya berkurang dan menjadi pas 3 kilogram.

Pembelian buah anggur merah ini adalah perintah dari ibu saya. Beliau ini sudah memiliki keinginan untuk menyediakan anggur merah untuk acara ini sejak beberapa waktu sebelumnya. Beliau beralasan buah yang satu ini banyak dicari saat acara berlangsung. Pada acara yang sama sebelumnya, buah ini tersedia tapi tidak mencukupi. Oleh karena itu, pada acara kali ini beliau berusaha untuk mengadakan buah ini agar semua tamu 'kebagian' secara merata.

Harga anggur merah 1 kg di toko buah tersebut adalah sebesar Rp 65.000. Karena saya membutuhkan 3 kg, maka saya harus membayarnya sebesar Rp 195.000. Lalu, saya membayarnya dengan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 2 lembar. Selanjutnya, pegawai tersebut memberikan uang kembalian sebanyak Rp 5.000.
Munadi
Begini Rasanya Mengenakan Kaos Kaki Baru

Saya membeli sepasang kaos kaki baru bermerek GT MAN SOCKS tipe CASUAL berwarna hitam pada tanggal 26 Mei 2015 yang lalu. Kaos kaki tersebut saya beli dengan harga Rp 21.900. Saya membelinya di Carefour Express yang terletak di Jalan Meruya Ilir, Jakarta Barat.

Untuk pertama kalinya dalam perjalanan yang menurut saya berjarak cukup jauh, saya mengenakan kaos kaki tersebut saat mengantarkan ayah ke BTPN di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada tanggal 1 Juni 2015 atau seminggu yang lalu. Kendaraan yang saya gunakan untuk mengantar beliau adalah sepeda motor.

Ketika mengendarai sepeda motor tersebut, saya merasa nyaman sekali saat memakai kaos kaki yang baru. Kedua kaki saya terasa terlindungi karena kaos kaki tersebut membungkus kaki saya dengan hangat. Hal ini mengingat benang-benang pada kaos kaki tersebut masih baru sehingga karetnya masih kencang. Berbeda sekali dengan kaos kaki yang sebelumnya saya gunakan selama ini.

Maklumlah, kaos kaki sebelumnya saya pakai hingga karet-karetnya kendor sehingga tidak menutupi kaki saya dengan sempurna. Naik motor menggunakan kaos kaki yang sudah melorot tersebut juga menjadi tidak terasa nyaman. Begitu pula ketika duduk di kursi atau berjalan kaki.

Ketika saya duduk berlama-lama di ruangan bank tersebut karena menunggu nomor antrean dipanggil ke teller, saya juga merasakan kondisi yang nyaman mengenakan kaos kaki baru tersebut. Kaos kaki yang masih baru, materialnya masih terasa tebal sehingga sepatu yang dipakai bersamanya tidak terasa longgar. Saat berjalan juga terasa empuk sekali seperti menggunakan sepatu baru.
Munadi
Modem merupakan salah satu perangkat penting dalam menunjang kegiatan saya berinternet ria. Kalau tidak ada modem, saya tidak bisa melakukan browsing, blogging, serta aktivitas lainnya yang membutuhkan sambungan internet dengan nyaman. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membeli sebuah modem baru.

Modem yang saya beli adalah Modem XL Unlock YD - HUAWEI E173. Modem ini merupakan modem HSPA USB Stick. Fitur-fitur kunci yang terdapat pada modem ini di antaranya adalah HSUPA/HSDPA/UMTS, EDGE/GPRS/GSM 850/900/1800/1900MHz, Equalizer, Micro SD Card Slot, Data and SMS Service, serta Plug and Play.

Modem unlock XL yang saya jejali dengan kartu LOOP Telkomsel ini saya beli di LAMBANGcell pada salah satu konter cabangnya di Jalan Meruya Selatan, Jakarta Barat. Padahal, sebelumnya saya sudah mengunjungi konter pusatnya yang berada tidak jauh dari sana, yaitu di Jalan Meruya Ilir Raya. Saya melihat modem yang sama berada di konter pusat toko ini. Namun, entah mengapa saya akhirnya jadi membeli di konter cabangnya.

Ini Modem yang Saya Beli

Saya membeli modem yang satu ini kemarin, yakni hari Sabtu, tanggal 6 Juni 2015. Waktunya kira-kira pukul setengah duaan siang. Mungkin menjelang jam dua siang, saya agak lupa juga dan tidak melihat jam saat membelinya. Namun, cuaca pada saat itu sedang terik-teriknya.

Harga dari modem HUAWEI ini adalah Rp 159.000. Saya membayarnya dengan uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 2 lembar. Kemudian, oleh pria pelayan toko yang berada di sana, saya diberi uang kembalian sebesar Rp 41.000. Awalnya, saya ingin membayarnya dengan menggunakan uang tabungan. Tetapi, konter tersebut tidak bisa bertransaksi dengan memakai kartu debit yang saya miliki.

Dengan adanya modem baru ini, saya merasa senang karena bisa internetan lagi dengan lancar dan nyaman. Hal ini adalah lebih baik ketimbang saya memutuskan untuk memanfaatkan BlackBerry sebagai hotspot seluler meskipun saya harus merogoh kocek dengan lebih dalam.
Munadi
Beberapa hari yang lalu, saya dilanda kegalauan tentang pilihan apakah membeli modem baru atau memanfaatkan BlackBerry yang ada untuk menunjang kegiatan internetan saya. Namun, kini kegalauan tersebut telah sirna. Pasalnya, saya sudah melakukan keputusan yang menurut saya itu adalah hal yang nyaman dan aman bagi saya pada hari ini.

Pada beberapa hari sebelumnya, saya memang cenderung berpikir untuk memanfaatkan BlackBerry saja untuk mendukung aktivitas nge-net saya ketimbang membeli modem baru. Tetapi, hari ini, pemikiran saya tersebut berubah 180 derajat. Saya memutuskan untuk membeli modem baru saja.

Dalam beberapa hari belakangan ini, saya internetan memang menggunakan fitur hotspot seluler yang terdapat pada ponsel BB. SIM card yang saya pakai adalah kartu LOOP yang masih memiliki sisa paket data. Selain itu, saya juga menggunakan kartu Tri (3) yang mendapatkan bonus data sebesar 200 MB perbulan karena kartu tersebut didaftakan pada paket BlackBerry Tri 6 Bulan pada waktu itu. Sekarang ini, bonus data di kedua kartu tersebut sudah habis saya gunakan.

Saya memutuskan untuk membeli modem baru saja karena selama memakai fitur hotspot seluler, saya merasakan ketidaknyamanan saat berinternet. Salah satunya adalah saya sering mengalami masalah sambungan internet. Hal ini jarang saya temui ketika saya masih menggunakan modem pada waktu sebelumnya.

Menurut saya, menggunakan mobile hotspot itu cocoknya hanya untuk darurat saja atau internetan tidak dalam jangka waktu yang lama atau berjam-jam. Hal ini berbeda dengan kebiasaan yang saya lakukan sebelum-sebelumnya. Meskipun saya belum membuktikan bahwa menjadikan BlackBerry sebagai modem itu bisa dilakukan, tetapi saya khawatir kalau-kalau ponsel tersebut tidak tahan panas lantaran saya membutuhkan waktu yang lama saat berinternet.

Selain itu, saya juga khawatir kalau-kalau nantinya bebe tersebut menjadi rusak, entah baterainya yang bakal kembung atau masalah lainnya. Jika sudah rusak, maka BlackBerry tersebut tidak bisa saya pakai lagi. Harga bebe atau ponsel zaman sekarang itu lebih mahal dari harga sebuah modem. Jadi, saya tidak mau mengorbankan perangkat BB ini. Karena alasan-alasan itulah, saya akhirnya memutuskan untuk membeli modem baru saja. Modem apa yang saya beli? Tunggu pada artikel selanjutnya.
Munadi
Saat ini, saya sedang galau untuk memutuskan apakah membeli modem baru atau memanfaatkan BlackBerry 9230 yang saya miliki. Kegalauan ini terjadi lantaran uang yang berada di kantong saya terbatas jumlahnya. Kalau uang yang saya punyai banyaknya berlebih, tentu tidak akan bingung seperti ini.

Tanpa adanya modem pun selagi kartu SIM yang digunakan pada perangkat BB tersebut mempunyai paket data, maka smartphone keluaran RIM ini bisa dipakai untuk internetan di laptop atau PC. Menurut informasi yang beredar, BlackBerry ini dapat digunakan pula sebagai modem. Namun, saya belum mengetahui cara untuk membuat BlackBerry menjadi modem sehingga saya belum mencobanya.

Saya hanya baru mengetahui cara mengaktifkan BlackBerry menjadi hotspot seluler. Nah, artikel ini juga ditulis dengan memanfaatkan teknologi tersebut. BB yang bisa dijadikan mobile hotspot ini pun baru saya sadari atau ngeh pada baru-baru ini saja saat saya memiliki keinginan untuk membeli modem baru. Padahal, bebe ini sudah saya miliki sejak setahun yang lalu.

Jika saya memutuskan untuk membeli modem baru dengan harga tidak lebih dari Rp 250 ribu, maka isi dompet saya akan segera terkuras. Ini pun belum termasuk pengeluaran untuk membeli paket data internetnya. Kecuali, pada modem baru tersebut ada memberikan bonus data yang lumayan banyak sehingga saya tidak perlu membeli paket data lagi.

Bila saya memutuskan hanya untuk membeli paket data internet saja dengan memanfaatkan hape BlackBery sebagai modem atau hotspot seluler seperti yang sekarang ini saya lakukan, maka akan ada uang yang tersisa di saku celana. Meskipun saya juga harus membeli paketan BlackBerry-nya yang hanya sekadar untuk mengaktifkan BBM yang buat saya juga tidak penting-penting amat. Sekadar diketahui, saya menggunakan kartu LOOP dari Telkomsel.

Dari dua pilihan di atas, sepertinya saya lebih condong untuk memilih membeli paket data saja. Kalau nanti uangnya sudah cukup untuk membeli modem, baru saya akan melakukannya. Sekarang ini, lebih baik memanfaatkan perangkat yang ada saja dulu dengan optimal. Hal yang terpenting adalah saya masih bisa melakukan internetan.
Munadi
Tri atau Three atau 3 merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi seluler yang ada di Indonesia. Bagi pengguna perangkat BlackBerry yang memakai kartu Tri tersedia layanan BlackBerry Socialite yaitu layanan BlackBerry Full Service selama 3 bulan. Sebelumnya, layanan ini mempunyai masa aktif selama 6 bulan.

Saat ini, saya sedang memakai handset BlackBerry dengan menggunakan kartu Tri. Pada waktu itu, saya memakai kartu Tri dengan layanan BlackBerry Socialite 6 bulan, namun saya lupa tanggal berapa layanan kartu Tri tersebut mulai diaktifkan. Pasalnya, kartu tersebut didaftarkan bukan di perangkat BB saya, melainkan di smartphone BB saudara saya. Saya hanya meneruskan sisa masa aktifnya yang masih cukup panjang karena saudara saya tersebut tidak mau menggunakannya lagi sehingga sayang jika kartu 3 itu didiamkan begitu saja.

Sebenarnya, cara untuk mengecek atau mengetahui masa aktif BlackBerry kartu Tri ini cukup mudah dan sederhana. Kita hanya perlu memasukkan kode tertentu pada layar depan handphone BlackBerry. Bagaimana caranya? Caranya adalah ketikkan atau masukkan kode *123# lalu tekan tombol Call atau Panggil. Setelah itu, masukkan angka 7 untuk pilihan Blackberry, lalu tekan tombol Panggil atau trackpad. Kemudian, masukkan angka 4 untuk pilihan Cek Masa Aktif Blackberry dan tekan tombol Panggil atau trackpad lagi.

Sesudah langkah-langkah di atas dilakukan, maka kita akan dikirimi SMS dari 234 yang isinya memberitahukan kapan layanan masa aktif BB kita akan berakhir. Oh ya, kalau tidak mau repot-repot melakukan cara di atas, ada cara ringkas yang bisa dilakukan, yaitu langsung saja ketik di layar depan hp kode *123*7*4# dan diikuti dengan menekan tombol Panggil, maka beberapa saat kemudian SMS dari 234 tersebut akan masuk di BlackBerry kita.

Berikut ini adalah video tentang cara mengecek masa aktif BlackBerry untuk kartu Tri atau Three.



Demikian informasi mengenai cara cek masa aktif BlackBerry Tri. Terima kasih sudah mengunjungi artikel ini dan semoga bermanfaat.
Munadi
Setiap awal bulan, seperti biasanya saya mengantarkan ayah saya ke kantor BTPN di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, untuk mencairkan dana pensiun. Sudah beberapa tahun belakangan ini, ayah selalu diantar untuk menghindari terulangnya kejadian beliau salah naik angkutan umum ketika pergi sendirian. Pernah waktu itu, beliau pulang sudah malam sewaktu berangkat seorang diri karena salah memilih jurusan bis kota.

Pagi tadi, kami berangkat berdua memang agak siang dibanding pada bulan sebelumnya, yakni pukul 05.00 lewat atau mendekati jam setengah enam pagi. Pasalnya, saya harus mencari-cari E-Karip terlebih dahulu yang entah disimpan di mana. Kartu tersebut dibawa ke kantor bank tersebut untuk berjaga-jaga saja, jika nanti diperlukan, maka sudah tersedia di dompet.

Meskipun waktu berangkat untuk menuju ke kantor tersebut terbilang agak kesiangan, namun jalanan masih terlihat gelap dan lampu jalan juga masih menyala karena memang matahari belum menampakkan dirinya. Sepertinya biasanya, kami melalui jalan-jalan yang biasa dilewati pada bulan-bulan sebelumnya. Menjelang kawasan Harmoni, nampak para pekerja sedang melakukan perbaikan Jalan Majapahit. Sepertinya, pekerjaan tersebut dilakukan sejak dini hari dan belum selesai hingga kami melintas.

Akhirnya, kami tiba dengan selamat di gedung bank tersebut menjelang pukul 6 pagi. Lamanya perjalanan dari rumah di kawasan Kembangan Selatan untuk bisa sampai di sana, kira-kira memakan waktu selama 35 menit. Tiba tempat parkir sepeda motor, sudah terlihat beberapa pengendara memarkirkan kendaraan roda duanya di sana. Kemudian, saya memilih parkir di tempat yang terdapat kanopi sebab masih tersedia ruang kosong. Memarkirkan kuda besi di sini, jika hujan, maka motor tidak kebasahan.

Sementara saya berada di tempat parkir, ayah terlebih dahulu masuk ke Gedung C bank tersebut untuk mengambil nomor antrian. Ternyata, nomor antrian yang diperoleh menjelang jam 6 pagi tersebut adalah 373. Padahal, loket baru dibuka menjelang jam 7 pagi, tetapi nomor antrian sudah menggelembung seperti itu. Dalam hati saya bertanya, mungkinkah ada seseorang atau banyak orang yang mengambil nomor antrian lebih dari satu? Kalau melihat orang-orang yang duduk di kursi, rasanya tidak mencapai 300an orang.

Pada bulan-bulan sebelumnya, memang tidak pernah mendapatkan nomor antrian di atas 300, hanya sekisaran 200an saja. Dengan nomor antrian sebesar 373, rasanya kami akan menunggu lama di gedung tersebut. Meskipun ada 3 loket yang dibuka, tetapi sepertinya untuk melayani satu orang nasabah membutuhkan waktu yang cukup lama.

Benar saja, sekira pukul 9, jumlah antrian yang sudah dipanggil belum ada setengah dari nomor antrian yang ayah miliki. Karena lamanya menunggu antrian, saya lalu untuk ke luar dari area bank tersebut menuju ke pinggiran Jalan Gunung Sahari untuk berjalan-jalan, mungkin saya menemukan penjual koran, ternyata tidak.

Sembari melihat-lihat lalu-lintas di Jalan Gunung Sahari di kawasan tersebut, mata saya tertuju ke beberapa spanduk yang terpasang pada pagar yang ada di tengah-tengah jalan tersebut. Ada 3 spanduk yang saya perhatikan. Ternyata, spanduk-spanduk tersebut berisi tulisan tentang kekecewaan terhadap Menpora. Hal ini berkaitan dengan kisruh organisasi sepak bola Indonesia. Lalu, saya sempat memvideokan spanduk-spanduk tersebut.

Karena menunggu nomor antrian yang masih lama dipanggil, perut sudah memanggil-manggil minta diisi. Awalnya, ayah menginginkan untuk memakan nasi uduk, tetapi kami tidak menemukan pedagangnya. Akhirnya, kami memutuskan untuk memakan ketoprak saja yang penjualnya berada di luar tempat parkir motor.

Baru kali ini, kami mengalami menunggu antrian paling lama. Sudah jam 10, belum juga dipanggil. Pukul sebelas sudah lewat pun, panggilan belum datang juga. Akhirnya, jam 12 lebih sedikit, tulisan nomor antrian 373 terpampang di papan pada loket nomor 9. Ayah lalu mendatangi teller di loket tersebut untuk mengambil dana pensiun. Setelah dana diterima, sang teller juga memberikan sebungkus roti.

Hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan hanya untuk urusan yang namanya menunggu. Betapa tidak, membutuhkan waktu sekira 6 jam untuk bisa menuju ke meja teller. Bagaimana dengan yang memiliki nomor antrian 600 atau 700, mungkin bisa sampai sore hari. Menunggu memang kegiatan yang tidak mengenakkan.