Showing posts with label Aktivitas. Show all posts
Showing posts with label Aktivitas. Show all posts
Munadi
Setiap awal bulan, seperti biasanya saya mengantarkan ayah saya ke kantor BTPN di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, untuk mencairkan dana pensiun. Sudah beberapa tahun belakangan ini, ayah selalu diantar untuk menghindari terulangnya kejadian beliau salah naik angkutan umum ketika pergi sendirian. Pernah waktu itu, beliau pulang sudah malam sewaktu berangkat seorang diri karena salah memilih jurusan bis kota.

Pagi tadi, kami berangkat berdua memang agak siang dibanding pada bulan sebelumnya, yakni pukul 05.00 lewat atau mendekati jam setengah enam pagi. Pasalnya, saya harus mencari-cari E-Karip terlebih dahulu yang entah disimpan di mana. Kartu tersebut dibawa ke kantor bank tersebut untuk berjaga-jaga saja, jika nanti diperlukan, maka sudah tersedia di dompet.

Meskipun waktu berangkat untuk menuju ke kantor tersebut terbilang agak kesiangan, namun jalanan masih terlihat gelap dan lampu jalan juga masih menyala karena memang matahari belum menampakkan dirinya. Sepertinya biasanya, kami melalui jalan-jalan yang biasa dilewati pada bulan-bulan sebelumnya. Menjelang kawasan Harmoni, nampak para pekerja sedang melakukan perbaikan Jalan Majapahit. Sepertinya, pekerjaan tersebut dilakukan sejak dini hari dan belum selesai hingga kami melintas.

Akhirnya, kami tiba dengan selamat di gedung bank tersebut menjelang pukul 6 pagi. Lamanya perjalanan dari rumah di kawasan Kembangan Selatan untuk bisa sampai di sana, kira-kira memakan waktu selama 35 menit. Tiba tempat parkir sepeda motor, sudah terlihat beberapa pengendara memarkirkan kendaraan roda duanya di sana. Kemudian, saya memilih parkir di tempat yang terdapat kanopi sebab masih tersedia ruang kosong. Memarkirkan kuda besi di sini, jika hujan, maka motor tidak kebasahan.

Sementara saya berada di tempat parkir, ayah terlebih dahulu masuk ke Gedung C bank tersebut untuk mengambil nomor antrian. Ternyata, nomor antrian yang diperoleh menjelang jam 6 pagi tersebut adalah 373. Padahal, loket baru dibuka menjelang jam 7 pagi, tetapi nomor antrian sudah menggelembung seperti itu. Dalam hati saya bertanya, mungkinkah ada seseorang atau banyak orang yang mengambil nomor antrian lebih dari satu? Kalau melihat orang-orang yang duduk di kursi, rasanya tidak mencapai 300an orang.

Pada bulan-bulan sebelumnya, memang tidak pernah mendapatkan nomor antrian di atas 300, hanya sekisaran 200an saja. Dengan nomor antrian sebesar 373, rasanya kami akan menunggu lama di gedung tersebut. Meskipun ada 3 loket yang dibuka, tetapi sepertinya untuk melayani satu orang nasabah membutuhkan waktu yang cukup lama.

Benar saja, sekira pukul 9, jumlah antrian yang sudah dipanggil belum ada setengah dari nomor antrian yang ayah miliki. Karena lamanya menunggu antrian, saya lalu untuk ke luar dari area bank tersebut menuju ke pinggiran Jalan Gunung Sahari untuk berjalan-jalan, mungkin saya menemukan penjual koran, ternyata tidak.

Sembari melihat-lihat lalu-lintas di Jalan Gunung Sahari di kawasan tersebut, mata saya tertuju ke beberapa spanduk yang terpasang pada pagar yang ada di tengah-tengah jalan tersebut. Ada 3 spanduk yang saya perhatikan. Ternyata, spanduk-spanduk tersebut berisi tulisan tentang kekecewaan terhadap Menpora. Hal ini berkaitan dengan kisruh organisasi sepak bola Indonesia. Lalu, saya sempat memvideokan spanduk-spanduk tersebut.

Karena menunggu nomor antrian yang masih lama dipanggil, perut sudah memanggil-manggil minta diisi. Awalnya, ayah menginginkan untuk memakan nasi uduk, tetapi kami tidak menemukan pedagangnya. Akhirnya, kami memutuskan untuk memakan ketoprak saja yang penjualnya berada di luar tempat parkir motor.

Baru kali ini, kami mengalami menunggu antrian paling lama. Sudah jam 10, belum juga dipanggil. Pukul sebelas sudah lewat pun, panggilan belum datang juga. Akhirnya, jam 12 lebih sedikit, tulisan nomor antrian 373 terpampang di papan pada loket nomor 9. Ayah lalu mendatangi teller di loket tersebut untuk mengambil dana pensiun. Setelah dana diterima, sang teller juga memberikan sebungkus roti.

Hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan hanya untuk urusan yang namanya menunggu. Betapa tidak, membutuhkan waktu sekira 6 jam untuk bisa menuju ke meja teller. Bagaimana dengan yang memiliki nomor antrian 600 atau 700, mungkin bisa sampai sore hari. Menunggu memang kegiatan yang tidak mengenakkan.
Munadi
Apa kabar nih pembaca blog Munadiary? Semoga dalam keadaan yang baik-baik saja yah. Sudah lama juga nih, saya tidak meng-update blog yang satu ini. Menurut arsip blog ini, saya terakhir membuat artikel pada pertengahan bulan Desember tahun yang lalu, 2014. Ini artinya sudah 5 bulan blog ini "tertidur".

Salah satu kegiatan yang saya lakukan di hari Minggu ini adalah membersihkan lantai yang ada di kolong tempat tidur kamar saya. Oh ya, sambil menulis artikel ini saya makan jambu biji. Terusin lagi tentang membersihkan kotoran lantai tersebut. Duh, sudah lama juga lantai di bawah ranjang tersebut tidak dibersihkan. Maklum saja, area tersebut sulit dijangkau saat mengepel lantai sehari-hari.

Tempat tidur yang saya gunakan setiap malam ini, letaknya berdempetan dengan dinding kamar pada bagian kaki dan tangan kanan. Nah, pada bagian kanan ranjang ini berhimpitan dengan dinding rumah samping. Di dinding bagian ini, kalau hujan sedang lebat, suka bocor, sehingga air hujan mengalir melalui dinding tersebut dan membasahi lantai.

Air hujan tersebut membasahi lantai kolong tempat tidur. Lantai tersebut sudah ada kotoran "kabang-kabang" dan debu sebelumnya yang masuk melalui ventilasi. Karena kotoran-kotoran itu tidak langsung dibersihkan, maka lama-kelamaan kotoran pada lantai itu menjadi berkerak dan berwarna hitam.

Sulit juga untuk membersihkan kotoran tersebut karena sudah melekat pada lantai. Disapu dengan menggunakan sapu uduk juga tidak mengangkat kotoran tersebut. Cara yang lakukan adalah dengan mengeriknya memakai silet atau pisau yang terdapat pada gunting kuku.

Sebenarnya, ketika saya menulis postingan ini, lantai tersebut belum sepenuhnya selesai dibersihkan. Pasalnya, saya belum sempat mengepel lantai yang saya bersihkan kerak kotorannya tersebut. Rencananya, malam nanti saya akan meneruskan kembali untuk membersihkan lantai.
Munadi
Pagi tadi, saya berkesempatan mencuci motor di tempat pencucian motor. Sepeda motor yang saya cuci adalah Honda Blade keluaran tahun 2012 warna hitam.

Saya mencuci motor tersebut di Steam Motor Bani Hasyim yang terletak di Jalan Meruya Utara, Jakarta Barat. Tempat cucian motor ini berada di sebelah toko material dan sisi sebelahnya lagi adalah Jl. H. Simun. Lokasi ini dekat dengan jembatan tol JORR W2.

Saya berangkat dari rumah pada pukul 09:10. Lalu, saya tiba di tempat ini sekira 9 menit kemudian. Jarak dari rumah ke tempat ini kurang dari 2 km.

Setiba di sana, sudah ada 3 motor yang sedang dicuci. Pegawai tempat cucian motor tersebut ada 4 orang. Jadi, motor saya tidak mengantre karena langsung dicuci. Sepertinya, memang maksimal 4 motor yang bisa dicuci bersamaan karena tempatnya yang tidak begitu luas.

Sepertinya memang tempat cucian motor ini ramai oleh pelanggan. Pasalnya, setiap kali lewat di depannya, sering sekali ada saja motor yang dicuci dan ada juga motor antreannya.

Waktu saya sedang mencuci motor, juga ada 2 motor yang baru datang dan mengantre. Selain itu, ada 1 motor lagi yang datang, namun balik lagi karena mungkin tidak mau mengantre dan kelamaan nunggu.

Sekira pukul 09:45, motor selesai dicuci. Butuh waktu sekira 25 menit untuk mencuci motor ini.

Harga yang dikenakan di tempat pencucian motor ini adalah Rp 10.000 untuk motor kecil. Sedangkan untuk motor gede dikenakan  tarif Rp 15.000.
Munadi
Ada apa dengan internet? Saya menulis artikel ini menggunakan tablet pc. Saya memakai perangkat yang satu ini hanya dalam kondisi yang darurat saja.

Begini ceritanya. Sekira 2 jam yang lalu, saya menyalakan laptop dengan maksud untuk mengedit sedikit blog yang baru saja templatenya saya ganti siang tadi. Namun, setelah modem terbaca oleh laptop, saya mengeklik tombol "Sambungkan" seperti biasa untuk terhubung ke jaringan internet.

Setelah menunggu beberapa menit, internet tidak tersambung-sambung juga. Padahal, tadi siang, saya internetan lancar-lancar saja. Saya menduga ada gangguan pada provider penyedia layanan internet. Saya memutuskan untuk mematikan komputer atau laptop saat itu juga.

Dua jam kemudian, saya ingin menyalakam lagi laptop untuk internetan. Pasalnya, saya akan membuat blog baru dengan template yang saya unduh siang tadi. Setelah, menyalakan laptop dan mencoba menyambungkannya ke jaringan internet, lagi-lagi saya mengalami hal yang sama seperti 2 jam sebelumnya. Internet masih tetap bermasalah juga.

Selanjutnya, saya memutuskan untuk mematikan laptop lagi. Sesudah laptop mati, saya mencabut kartu GSM pada modem untuk digunakan pada tablet. Setelah tablet hidup, ternyata saya lancar-lancar saja internetan dengan memakai kartu tersebut dan menulis artikel ini.

Ada apa ini yah? Dipakai di modem, kartu ini tidak mau konek, sedangkan digunakan di tablet baik-baik saja. Jangan-jangan laptop saya yang bermasalah? Entahlah....