Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Munadi
Selain kolak biji salak, kita juga bisa menjadikan bubur sumsum sebagai takjil ketika berbuka puasa. Bagi yang ingin melihat resep kolak biji salak, silakan langsung mengunjungi artikel yang berjudul "Resep Kolak Biji Salak Enak".

Bubur sumsum ini membutuhkan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Selain itu, cara membuatnya pun cukup mudah untuk dilakukan. Nah, bagi Sobat yang ingin mencoba membuat bubur sumsum sendiri di rumah, silakan simak resep bubur sumsum enak berikut ini.

Bahan:

  • 150 gr tepung beras
  • 650 santan kental yang dihasilkan dari parutan 1 butir kelapa
  • 3 lembar daun pandan
  • 2 gelas air untuk saus gula merah
  • 200 gr gula merah (disisir halus)
  • Garam secukupnya

Cara Membuat Bubur Sumsum:

  1. Rebus 650 santan beserta garam secukupnya dan daun pandan.
  2. Campurkan 150 gram tepung beras ke dalam rebusan santan tersebut, kemudian larutkan sampai tercampur secara merata dan aduk terus hingga bubur menjadi kental.
  3. Sesudah itu, angkat dan sisihkan.

Cara Membuat Saus Gula Merah:

  1. Larutkan 200 gram gula tadi dengan 2 gelas air.
  2. Tambahkan sedikit garam kemudian panaskan sampai mencair.
  3. Setelah itu, saring supaya larutan lebih merata.

Hidangkan bubur sumsum ke dalam mangkuk, dan siram dengan saus gula merah.
Munadi
Takjil merupakan makanan yang biasa disajikan pada saat bulan Ramadhan. Biasanya, takjil itu identik dengan makanan yang manis dan berkuah. Oleh karena itu, ada sebuah sajian tradisional khas Indonesia yang cocok untuk dijadikan takjil saat berbuka puasa, yakni kolak biji salak.

Kolak biji salak ini memiliki rasa yang manis lagi enak dan mengguggah selera. Hidangan yang satu ini bisa mengembalikan energi setelah berpuasa selama seharian penuh. Pasalnya, kolak biji salak ini memiliki santan yang gurih dan rasa manis yang pas berkat adanya gula merah.

Nah, bila Sobat tertarik untuk membuat kolak biji salak ini, berikut ini resep kolak biji salak enak yang bisa dicoba di rumah.

Bahan Kuah Kolak

  • 250 gr gula merah
  • 3 sdm gula pasir
  • 1 liter air
  • 1 lembar daun pandan

Bahan Biji Salak

  • 500 gr ubi merah, cuci, kupas, dan potong-potong
  • 200 gr tepung tapioka
  • ½ sdt garam

Cara Membuat Biji Salak

  1. Kukus ubi hingga matang.
  2. Haluskan ubi selagi masih panas.
  3. Masukkan tepung tapioka dan garam sedikit demi sedikit sembari diuleni.
  4. Selanjutnya bentuk bulat sebesar kelereng.
  5. Panaskan air dan masukkan biji salak.
  6. Masak hingga biji salak mengapung, angkat.
Bahan Kuah Santan:
  • 300 ml santan kental
  • ½ sdt garam
  • 1 lembar daun pandan
Cara Membuat Kuah Santan:

Masak santan, campurkan pula garam dan daun pandan sembari diaduk-aduk, jangan lupa jaga supaya santan tidak menjadi pecah. Jika santan telah masak, angkat dan diamkan.

Cara Penyajian:

Masak 1 liter air, masukkan pula gula merah, gula pasir, dan daun pandan hingga masak. Kemudian masukkan biji salak tersebut, bila telah mendidih, cicipi manisnya, lalu sajikan bersama santan.

Selain kolak biji salak, Sobat bisa pula mencoba resep bubur sumsum enak sebagai hidangan ketika berbuka puasa di bulan Ramadhan ini.
Munadi
Harga Anggur Merah 1 Kg

Saya membeli buah anggur merah sebanyak 3 kilogram pada hari ini. Anggur merah tersebut dibeli untuk melengkapi makanan yang diperlukan dalam suatu acara di rumah ini malam nanti. Selain itu, saya juga membeli 2 sisir pisang emas.

Anggur merah ini saya beli di suatu toko buah yang terletak di Jalan Haji Lebar, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Lokasi toko buah ini persis berada di pinggir jalan tersebut dan bersebelahan dengan Rumah Makan Padang. Jika masuk dari arah Jalan Meruya Utara, toko buah ini berada di sebelah kiri sebelum persimpangan Jalan Penyelesaian Tomang 4.

Saya membeli anggur merah tersebut pada hari ini, yaitu Rabu, 10 Juni 2015. Cuaca pada saat itu sedang terik karena saya membelinya sekira pukul setengah duaan siang.

Sesampainya di toko tersebut, saya langsung menanyakan apakah ada anggur merah kepada salah satu pegawai laki-laki di sana. Kemudian, pegawai tersebut menunjuk ke salah satu lemari pendingin penyimpan buah-buahan tertentu yang ada di toko tersebut.

Benar saja, di lemari pendingin itu tersimpan beberapa kantong yang berisi buah anggur merah. Di samping itu, ada beberapa jenis buah lainnya yang sedang 'kedinginan' di lemari tersebut. Namun, tidak semua buah disimpan di lemari pendingin melainkan dipajang pada rak-rak buah. Selain itu, ada pula buah-buahan yang digantung seperti beberapa jenis pisang.

Selanjutnya, pegawai tersebut mengeluarkan anggur merah yang disimpan dalam kantong-kantong plastik transparan untuk dibawa ke timbangan. Dua kantong anggur merah setelah ditimbang masih kurang dari 3 kilogram. Lalu, sang pegawai menambahkan 1 kantong lagi dan ternyata angka di timbangan menunjukkan lebih dari 3 kg. Berikutnya, pegawai itu menggunting beberapa biji buah anggur agar bobotnya berkurang dan menjadi pas 3 kilogram.

Pembelian buah anggur merah ini adalah perintah dari ibu saya. Beliau ini sudah memiliki keinginan untuk menyediakan anggur merah untuk acara ini sejak beberapa waktu sebelumnya. Beliau beralasan buah yang satu ini banyak dicari saat acara berlangsung. Pada acara yang sama sebelumnya, buah ini tersedia tapi tidak mencukupi. Oleh karena itu, pada acara kali ini beliau berusaha untuk mengadakan buah ini agar semua tamu 'kebagian' secara merata.

Harga anggur merah 1 kg di toko buah tersebut adalah sebesar Rp 65.000. Karena saya membutuhkan 3 kg, maka saya harus membayarnya sebesar Rp 195.000. Lalu, saya membayarnya dengan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 2 lembar. Selanjutnya, pegawai tersebut memberikan uang kembalian sebanyak Rp 5.000.