Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Munadi
Sepatu VS 172 Sepatu Sneakers Kets dan Kasual Pria

Alhamdulillah, pesanan saya yang berupa Sepatu VS 172 Sepatu Sneakers Kets dan Kasual Pria sudah tiba di rumah hari ini pada pukul sekira 17.30. Sepatu berukuran 39 ini saya beli secara online dari Distro Bandung Official Shop (distrobdg.) melalui Shopee.

Harga sepatu bermerek Varka tersebut saat itu adalah Rp 126.000 Rp 99.999. Produk ini kala itu memang sedang didiskon dan masuk dalam program FLASH SALE. Namun, sekarang harganya sudah berubah meskipun masih terdapat potongan harga dengan persentase yang lebih kecil.

Saya memesan barang ini pada 9-12-2017 14:25 dengan nomor pesanan 7120915255KCJU. Lalu, saya membayarnya menggunakan mBanking BNI pada 14:28 di hari yang sama. Sedangkan penjual tercatat melakukan pengiriman pada 10-12-2017 13:30.

Sementara itu, layanan pengiriman yang saya pilih adalah JNE REG. Berikut sreenshot tracking details dari pengiriman barang tersebut.

Tacking Details JNE

Rincian dari produk tersebut adalah sebagai berikut.

Sepatu VS 172 Sepatu Sneakers Kets dan Kasual Pria bisa untuk jalan santai sekolah kuliah kerja, salah satu model baru dan trendy untuk anda miliki. Didesain untuk bisa dipakai dalam berbagai acara. Sangat nyaman dan kokoh saat anda pakai sehingga dapat menunjang penampilan dan kepercayaan diri anda. warna biru tersedia ukuran 39-43 dari bahan mesh+suede. Packing Sepatu + BOX

Produk ORIGINAL 100%
Model simple dan elegan trend terbaru
Kualitas bagus harga terjangkau
Nyaman saat dipakai Perawatan mudah
Produk tidak cocok bisa di RETUR
Munadi
Berkunjung ke Jembatan Kota Intan

Pernah melewati kawasan Kota Tua beberapa kali, baru sekarang ini (10/12/2017) saya berkesempatan mengunjungi Jembatan Kota Intan. Mendatangi salah satu bangunan cagar budaya di Jakarta ini memang sudah menjadi rencana saya beberapa hari sebelumnya.

Berangkat dari rumah sekira pukul 09.00 kurang, saya tidak langsung menuju ke sana, melainkan mampir dulu di lapak koran yang ada di Taman Meruya Ilir. Tetapi, tabloid yang saya cari tidak tersedia di situ.

Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan. Namun, indikator bahan bakar sudah menunjukkan zona merah yang artinya tangki sepeda motor saya sudah mendekati kosong. Untuk itu, saya mengisi bensin dulu di pom bensin yang terletak di Jalan Kembang Kerep.

Tiba di pom bensin, antrean sepeda motor yang ingin mengisi bahan bakar sudah terlihat memanjang. Saya memutuskan untuk tetap menunggu antrean, meskipun beberapa sepeda motor di depan saya mengurungkan niatnya dan pergi mencari pom bensin di tempat lain.

Saya mengisi bahan bakar jenis Pertalite untuk sepeda motor yang digunakan saat itu dengan nilai Rp 20 ribu. Dengan uang segitu, tangki bahan bakar saya pun menjadi hampir penuh. Saya memberi uang kepada petugas pom bensin dengan nominal Rp 50 ribu dan saya diberi uang kembalian Rp 30 ribu.

Usai mengisi bensin, saya pun melanjutkan perjalanan lewat Jalan Kembang Kerep dan tembus ke Puri Indah. Sambung ke Jalan Kedoya Raya, lalu belok kiri masuk ke Jalan Panjang, kemudian belok kanan masuk ke Jalan Daan Mogot. Sesudah itu, belok kiri masuk ke Jalan Pangeran Tubagus Angke hingga akhirnya tiba di kawasan Kota Tua.

Setelah tiba di kawasan tersebut, saya pun memarkirkan kendaraan di lokasi yang dikhususkan untuk tempat parkir pengunjung wisata Kota Tua yang ada di Taman Intan. Tempat ini dapat diakses dari Jalan Cengkeh. Kemudian, saya berjalan kaki untuk menuju ke Jembatan Kota Intan yang letaknya tidak jauh dari tempat parkir tersebut.

Beberapa saat setelah saya tiba di jembatan tersebut, hujan pun turun dengan intensitas yang ringan. Sembari menunggu hujan reda, saya pun sempat mengobrol dengan seorang petugas di bawah tenda. Setelah hujan berhenti turun dan cuaca kembali cerah, saya pun mulai mengambil gambar dari beberapa titik di lokasi tersebut.
Munadi
Sudah 2 hari ini, saya merasakan sakit di bagian perut. Mungkinkah saya menderita sakit maag? Saya belum mengetahuinya secara pasti karena saya belum memeriksakan diri ke dokter.

Oh ya, dua hari ini adalah dua hari terakhir di dalam bulan Ramadhan 1437 H. Artinya, selama menjalankan puasa tahun ini, baru 2 hari belakangan ini saya merasakan yang seperti sakit maag.

Kemarin, saya mulai merasakan sakit di bagian perut beberapa menit setelah saya selesai membersihkan kamar mandi. Dalam membersihkan ruangan tersebut, saya menggunakan WPC Extra Kuat untuk membersihkan lantai maupun dinding kolam yang berada di kamar mandi itu.

Penggunaan WPC tersebut memang tidak boleh sembarangan. Salah satu peraturannya adalah cairan tersebut tidak boleh tertelan. Kalau sampai tertelan, minum air yang banyak dan harus ke dokter dengan membawa kemasan produk tersebut.

Saya memang tidak menelan cairan tersebut, tapi sempat menghirupnya secara tidak sengaja. Meskipun begitu, saya rasa hal ini juga berbahaya jika mengalaminya. Mungkinkah penyakit yang rasakan ada hubungannya dengan hal ini?

Siang ini sebelum jam 12, saya juga merasakan hal yang sama seperti kemarin, yaitu sakit di sekitar area perut, entah di lambung atau di paru-paru, saya tidak mengetahuinya secara pasti. Tidak beberapa lama kemudian, saya tertidur dan tidak merasakan sakitnya. Namun, setelah terbangun dan beberapa saat kemudian, rasa sakit itu kembali muncul.
Munadi
Selain kolak biji salak, kita juga bisa menjadikan bubur sumsum sebagai takjil ketika berbuka puasa. Bagi yang ingin melihat resep kolak biji salak, silakan langsung mengunjungi artikel yang berjudul "Resep Kolak Biji Salak Enak".

Bubur sumsum ini membutuhkan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Selain itu, cara membuatnya pun cukup mudah untuk dilakukan. Nah, bagi Sobat yang ingin mencoba membuat bubur sumsum sendiri di rumah, silakan simak resep bubur sumsum enak berikut ini.

Bahan:

  • 150 gr tepung beras
  • 650 santan kental yang dihasilkan dari parutan 1 butir kelapa
  • 3 lembar daun pandan
  • 2 gelas air untuk saus gula merah
  • 200 gr gula merah (disisir halus)
  • Garam secukupnya

Cara Membuat Bubur Sumsum:

  1. Rebus 650 santan beserta garam secukupnya dan daun pandan.
  2. Campurkan 150 gram tepung beras ke dalam rebusan santan tersebut, kemudian larutkan sampai tercampur secara merata dan aduk terus hingga bubur menjadi kental.
  3. Sesudah itu, angkat dan sisihkan.

Cara Membuat Saus Gula Merah:

  1. Larutkan 200 gram gula tadi dengan 2 gelas air.
  2. Tambahkan sedikit garam kemudian panaskan sampai mencair.
  3. Setelah itu, saring supaya larutan lebih merata.

Hidangkan bubur sumsum ke dalam mangkuk, dan siram dengan saus gula merah.
Munadi
Takjil merupakan makanan yang biasa disajikan pada saat bulan Ramadhan. Biasanya, takjil itu identik dengan makanan yang manis dan berkuah. Oleh karena itu, ada sebuah sajian tradisional khas Indonesia yang cocok untuk dijadikan takjil saat berbuka puasa, yakni kolak biji salak.

Kolak biji salak ini memiliki rasa yang manis lagi enak dan mengguggah selera. Hidangan yang satu ini bisa mengembalikan energi setelah berpuasa selama seharian penuh. Pasalnya, kolak biji salak ini memiliki santan yang gurih dan rasa manis yang pas berkat adanya gula merah.

Nah, bila Sobat tertarik untuk membuat kolak biji salak ini, berikut ini resep kolak biji salak enak yang bisa dicoba di rumah.

Bahan Kuah Kolak

  • 250 gr gula merah
  • 3 sdm gula pasir
  • 1 liter air
  • 1 lembar daun pandan

Bahan Biji Salak

  • 500 gr ubi merah, cuci, kupas, dan potong-potong
  • 200 gr tepung tapioka
  • ½ sdt garam

Cara Membuat Biji Salak

  1. Kukus ubi hingga matang.
  2. Haluskan ubi selagi masih panas.
  3. Masukkan tepung tapioka dan garam sedikit demi sedikit sembari diuleni.
  4. Selanjutnya bentuk bulat sebesar kelereng.
  5. Panaskan air dan masukkan biji salak.
  6. Masak hingga biji salak mengapung, angkat.
Bahan Kuah Santan:
  • 300 ml santan kental
  • ½ sdt garam
  • 1 lembar daun pandan
Cara Membuat Kuah Santan:

Masak santan, campurkan pula garam dan daun pandan sembari diaduk-aduk, jangan lupa jaga supaya santan tidak menjadi pecah. Jika santan telah masak, angkat dan diamkan.

Cara Penyajian:

Masak 1 liter air, masukkan pula gula merah, gula pasir, dan daun pandan hingga masak. Kemudian masukkan biji salak tersebut, bila telah mendidih, cicipi manisnya, lalu sajikan bersama santan.

Selain kolak biji salak, Sobat bisa pula mencoba resep bubur sumsum enak sebagai hidangan ketika berbuka puasa di bulan Ramadhan ini.
Munadi
Dua hari yang lalu, yaitu hari Kamis, tanggal 11 Juni 2015, saya dan kakak laki-laki saya mengantarkan ayah untuk berobat ke sebuah klinik. Ayah saya ini memiliki keluhan tidak bisa buang air besar dan buang air kecil sejak beberapa hari sebelumnya.

Perjalanan kami ke klinik tersebut menggunakan sepeda motor bebek matic. Kakak laki-laki saya yang mengendarai kendaraan tersebut berada di depan, sementara ayah ada di tengah, sedangkan saya sendiri berada di belakang. Saya duduk di belakang untuk menjaga posisi ayah kalau-kalau nanti terjungkal ke belakang mengingat ayah sedang sakit sehingga kondisi tubuhnya sedang tidak fit.

Tujuan kami adalah menuju ke sebuah klinik yang berlokasi di sebelah barat tempat tinggal kami. Jaraknya memang tidak terlampau jauh bila mendatanginya melalui jalan bendungan polor. Klinik yang kami maksud ialah YASA HUSADA. Klinik ini beralamat di Jalan Pulo Indah Raya No. 1, Duri Kosambi, Jakarta Barat. Selain klinik, tempat ini juga tersedia rumah bersalin bagi ibu-ibu hamil.

Setelah sampai di tempat tersebut, kami lalu mendatangi meja resepsionis untuk melakukan pendaftaran pasien. Tiba di sana, pasien yang mengantre terlihat sudah cukup banyak. Hal ini nampak dari kursi-kursi ruang tunggu yang hampir terisi penuh. Memang tidak semua yang berada di ruang tersebut adalah pasien. Melainkan ada juga keluarga yang mengantarkan pasien tersebut, seperti kami contohnya. Pasiennya hanya satu orang tetapi yang mengantarkan ada dua orang.

Sesudah dilakukan pemeriksaan tekanan darah, maka tibalah giliran ayah saya dipanggil ke ruang dokter setelah menunggu beberapa pasien yang sudah datang lebih dahulu. Lalu, saya dan kakak saya ikut masuk ke ruang dokter untuk menemani ayah diperiksa. Setelah menyampaikan keluhan yang dirasakan ayah kepada dokter, maka sang dokter berkomentar kalau ayah kami ini memang sudah tua sehingga meskipun organ tubuhnya tidak terasa sakit, namun fungsinya sudah menurun.

Dokter menyarankan untuk banyak-banyak mengonsumsi buah-buahan seperti pepaya, melon, pir, mangga, semangka, dan anggur untuk melancarkan buang air besar dan buang air kecil. Selain itu, dokter juga menganjurkan untuk meminum air putih sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan buah-buahan yang tidak boleh dimakan menurut dokter tersebut adalah duren dan pisang. Faktanya, ayah saya ini sejak muda hingga sekarang suka sekali dengan buah duren. Bahkan, beberapa hari sebelumnya, ayah ini makan buah yang berkulit penuh duri tersebut.

Sesudah selesai diperiksa oleh dokter, lalu sang dokter memberikan resep. Setelah itu, kami menunggu untuk dipanggil bagian kasir atau apotek. Tiba giliran dipanggil oleh bagian kasir, kemudian petugas di sana menyebutkan biaya yang harus dibayar adalah sebesar Rp 120.000. Biaya ini untuk pembayaran layanan umum dan instalasi farmasi. Selanjutnya, kami menunggu lagi untuk pengambilan obat.

Berikutnya, bagian apotek memberikan 4 macam obat yang terdiri dari obat untuk melancarkan buang air besar berbentuk cair yang dikemas dalam sebuah botol berukuran kecil, lalu, ada obat maag yang diminum sebelum makan, vitamin, dan satu jenis obat lagi berbentuk pil dengan ukuran yang kecil. Selain obat maag, ketiga obat tersebut diminum sesudah makan.
Munadi
Harga Anggur Merah 1 Kg

Saya membeli buah anggur merah sebanyak 3 kilogram pada hari ini. Anggur merah tersebut dibeli untuk melengkapi makanan yang diperlukan dalam suatu acara di rumah ini malam nanti. Selain itu, saya juga membeli 2 sisir pisang emas.

Anggur merah ini saya beli di suatu toko buah yang terletak di Jalan Haji Lebar, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Lokasi toko buah ini persis berada di pinggir jalan tersebut dan bersebelahan dengan Rumah Makan Padang. Jika masuk dari arah Jalan Meruya Utara, toko buah ini berada di sebelah kiri sebelum persimpangan Jalan Penyelesaian Tomang 4.

Saya membeli anggur merah tersebut pada hari ini, yaitu Rabu, 10 Juni 2015. Cuaca pada saat itu sedang terik karena saya membelinya sekira pukul setengah duaan siang.

Sesampainya di toko tersebut, saya langsung menanyakan apakah ada anggur merah kepada salah satu pegawai laki-laki di sana. Kemudian, pegawai tersebut menunjuk ke salah satu lemari pendingin penyimpan buah-buahan tertentu yang ada di toko tersebut.

Benar saja, di lemari pendingin itu tersimpan beberapa kantong yang berisi buah anggur merah. Di samping itu, ada beberapa jenis buah lainnya yang sedang 'kedinginan' di lemari tersebut. Namun, tidak semua buah disimpan di lemari pendingin melainkan dipajang pada rak-rak buah. Selain itu, ada pula buah-buahan yang digantung seperti beberapa jenis pisang.

Selanjutnya, pegawai tersebut mengeluarkan anggur merah yang disimpan dalam kantong-kantong plastik transparan untuk dibawa ke timbangan. Dua kantong anggur merah setelah ditimbang masih kurang dari 3 kilogram. Lalu, sang pegawai menambahkan 1 kantong lagi dan ternyata angka di timbangan menunjukkan lebih dari 3 kg. Berikutnya, pegawai itu menggunting beberapa biji buah anggur agar bobotnya berkurang dan menjadi pas 3 kilogram.

Pembelian buah anggur merah ini adalah perintah dari ibu saya. Beliau ini sudah memiliki keinginan untuk menyediakan anggur merah untuk acara ini sejak beberapa waktu sebelumnya. Beliau beralasan buah yang satu ini banyak dicari saat acara berlangsung. Pada acara yang sama sebelumnya, buah ini tersedia tapi tidak mencukupi. Oleh karena itu, pada acara kali ini beliau berusaha untuk mengadakan buah ini agar semua tamu 'kebagian' secara merata.

Harga anggur merah 1 kg di toko buah tersebut adalah sebesar Rp 65.000. Karena saya membutuhkan 3 kg, maka saya harus membayarnya sebesar Rp 195.000. Lalu, saya membayarnya dengan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 2 lembar. Selanjutnya, pegawai tersebut memberikan uang kembalian sebanyak Rp 5.000.
Munadi
Begini Rasanya Mengenakan Kaos Kaki Baru

Saya membeli sepasang kaos kaki baru bermerek GT MAN SOCKS tipe CASUAL berwarna hitam pada tanggal 26 Mei 2015 yang lalu. Kaos kaki tersebut saya beli dengan harga Rp 21.900. Saya membelinya di Carefour Express yang terletak di Jalan Meruya Ilir, Jakarta Barat.

Untuk pertama kalinya dalam perjalanan yang menurut saya berjarak cukup jauh, saya mengenakan kaos kaki tersebut saat mengantarkan ayah ke BTPN di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada tanggal 1 Juni 2015 atau seminggu yang lalu. Kendaraan yang saya gunakan untuk mengantar beliau adalah sepeda motor.

Ketika mengendarai sepeda motor tersebut, saya merasa nyaman sekali saat memakai kaos kaki yang baru. Kedua kaki saya terasa terlindungi karena kaos kaki tersebut membungkus kaki saya dengan hangat. Hal ini mengingat benang-benang pada kaos kaki tersebut masih baru sehingga karetnya masih kencang. Berbeda sekali dengan kaos kaki yang sebelumnya saya gunakan selama ini.

Maklumlah, kaos kaki sebelumnya saya pakai hingga karet-karetnya kendor sehingga tidak menutupi kaki saya dengan sempurna. Naik motor menggunakan kaos kaki yang sudah melorot tersebut juga menjadi tidak terasa nyaman. Begitu pula ketika duduk di kursi atau berjalan kaki.

Ketika saya duduk berlama-lama di ruangan bank tersebut karena menunggu nomor antrean dipanggil ke teller, saya juga merasakan kondisi yang nyaman mengenakan kaos kaki baru tersebut. Kaos kaki yang masih baru, materialnya masih terasa tebal sehingga sepatu yang dipakai bersamanya tidak terasa longgar. Saat berjalan juga terasa empuk sekali seperti menggunakan sepatu baru.
Munadi
Saya hanya memiliki sepasang kaos kaki yang selama ini saya gunakan. Rasanya sudah lama juga kaos kaki tersebut dipakai. Memang sih, beberapa kali pemakaian terakhir ini, kaos kaki tersebut sudah tidak nyaman lagi saat dikenakan bersama sepatu. Pasalnya, kaos kaki saya itu sudah kendor sehingga melorot ke bawah.

Karena kaos kaki itu sudah tidak bisa menutupi kaki bagian atas mata kaki saya dengan baik, maka ketika saya duduk di kursi atau di jok sepeda motor, bagian kaki saya yang seharusnya tertutupi oleh kaos kaki tersebut menjadi terlihat. Terlebih lagi, bagian kaos kaki yang sudah belel itu juga ikut nampak. Lain halnya jika saya berdiri, bagian ujung bawah celana panjang saya menutupi sebagian lubang sepatu sehingga kaos kaki yang sudah tidak layak pakai tersebut tidak kelihatan.

Membeli Sepasang Kaos Kaki Baru

Nah, hari ini, akhirnya saya menyempatkan diri untuk membeli sepasang kaos kaki baru. Awalnya, saya tidak terpikirkan untuk membeli kaos kaki dari rumah. Niat untuk membeli kaos kaki baru muncul saat saya tiba di Carrefour Express di Jalan Meruya Ilir Raya guna membeli susu. Jadi, sekalian saja saya membeli kaos kaki, mumpung barangnya ada di toko besar tersebut.

Kaos kaki yang saya beli ini bermerek GT MAN SOCKS tipe CASUAL berwarna hitam. Harganya adalah Rp 21.900. Tiga puluh ribu rupiah kurang seratus rupiah. Penampakan kaos kaki ini bisa dilihat pada gambar di atas. Terlihat pada foto tersebut kalau kaos kaki ini dibungkus dengan plastik. Tidak semua kaos kaki yang saya temukan di Carrefour ini dibungkus dengan plastik. Ada juga beberapa merek kaos kaki yang tidak ditutupi dengan bahan tersebut.

Setelah sampai di rumah, saya lalu membuka kaos kaki tersebut. Kemudian, saya menciumnya, aromanya khas layaknya pakaian baru. Kaos kaki ini memiliki panjang kurang lebih sekira 40 cm sehingga begitu saya kenakan bisa menutupi hingga bagian betis saya. Karena masih baru, kaos kaki ini begitu terasa kencang membungkus kaki, namun terasa nyaman dipakai.